Mr. Guo, sebagai President of Shaanxi J&R Fire Fighting Co., Ltd.
Menerangkan bahwa produknya adalah Produk
inovatifalat
pemadam yangtelah dikembangkanmenggunakanbasis teknologiaerosolpada konsepmenekanapidenganbahan kimiayang
menggangguradikal bebasdi dasarapi, solusi
inidapatdigunakan padasemua jeniskebakaran.
TeknologiAerosolmemungkinkanteknikpemadam kebakaranramah lingkunganuntukbereaksi lebih cepat terhadapkebakarandengan menurunkankadar oksigenlebih efektif, tanpa meninggalkan
bekas apapun, membuat daerahbersih dariresidudantidak
berdampak padakerusakan
lapisan ozon, layaknyasepertialat pemadam kebakarantradisional pada umumnya.
Alat pemadam kebakaran portable ini dapat digunakan untuk
semua jenis api. Pada saat ini PFE-1 merupakan alat pemadam kebakaran portable
terkecil dan teringan didunia.
Saat ini produk PFE-1 setara dengan produk pemadam kebakaran tabung lainnya
yang ada dipasaran dengan ukuran 2 KG.
Proses pemadaman dari produk ini kurang lebih dalam waktu 12 detik dan
berfungsi untuk memadamkan seluruh jenis api.
Secara mudah anda dapat menggunakan
teknik yang disebut PASS yang disingkat dari Pull, Aim, Squeeze dan Sweep.
Teknik ini diambil dari bahasa inggris dan jika diartikan menjadi, Tarik,
Arahkan, Semprot dan Sapukan.
Mari kita bahas satu per satu teknik PASS ini.
Sebelum Anda mendekat ke sumber api, pastikan posisi Anda
sekitar 2,5 dari sumber api lalu lakukan teknis PASS.
1. Pull the Ring (Cabut pin)
Pull the manual safety ring at the bottem of the PFE unit.
2. Aim the Nozzle (Arahkan
kebawah)
Aim the nozzle at the base of the flames.
3. Squeeze the Handle (Remas
Tuas)
Squeeze the handle after pressing the activation button.
4. Sweep side by side
(Semprotkan dari samping ke samping)
Sweep from side to side at the base of the fire until it goes
out.
Sekilas keunggulan PFE:
Specifications:
________________________________________ Model PFE
Jarak fungsi kerja 3 meter
Waktu bekerja +/- 12 detik
Panjang 233 mm
Diameter 50 mm
Berat 480 g
Perawatan
•Simpan unit di area kering dan berventilasi udara
•Masa guna hingga 10 tahun
Dan menurut saya alat pemadam ini sangat simple dan mudah
digunakan oleh kaum awam, bahkan praktis untuk disimpan dan dibawa kemana saja.
Lalu kalau dilihat dari segi sejarahnya PFE Portable Fire Extinguisher yang
berbahan dasar Aerosol tersebut pertama kali digunakan dalam teknologi
antariksa di Rusia.
PFE hadir sebagai alat Pemadam Api Terkecil di dunia dan memiliki banyak keunggulan,
seperti;
1. Tidak membutuhkan perawatan tahunan,
2. Tidak bersisa setelah pemadaman api,
3. Ramah lingkungan,
4. Mudah digunakan,
5. Aman dan dapat diandalkan. sumber : http://www.jrfire.uk.com/about.html
Konsep
adalah abstrak, entitas mental yang universal
yang menunjuk pada kategori atau kelas
dari suatu entitas, kejadian atau hubungan. Istilah konsep berasal dari bahasa
latin conceptum, artinya sesuatu yang dipahami.
Berbagai
pengertian konsep dikemukan oleh beberapa pakar. Konsep didefinisikan sebagai
suatu arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri-ciri yang sama.
Konsep diartikan juga sebagai suatu abstraksi dari ciri-ciri sesuatu yang
mempermudah komunikasi antar manusia dan memungkinkan manusia untuk berpikir.
Pengertian konsep yang lain adalah sesuatu yang umum atau representasi
intelektual yang abstrak dari situasi, obyek atau peristiwa, suatu akal
pikiran, suatu ide atau gambaran mental.
Konseptual
kreativitas itu sendiri adalahsebuah kretivitas yang terbentuk dari konsep-konsep atau ide-ide dasar
sederhana,yang kemudian dikembangkan mejadi hal yang baru.
B.Definisi Operasional kreativitas
Definisi
operasional adalah batasan pengertian yang dijadikan pedoman untuk melakukan
suatu kegiatan atau pekerjaan, misalnya penelitian. Oleh karena itu, definisi ini
disebut juga definisi kerja karena dijadikan pedoman untuk
melaksanakan suatu penelitian atau pekerjaan
tertentu. Definisi ini disebut juga definisi subjektif karena disusun
berdasarkan keinginan orang yang akan melakukan pekerjaan.
Yang
merupakan ciri-ciri definisi operasional ialah mengacu pada target pekerjaan
yang dicapai, berisi pembatasan konsep, tempat, dan waktu,
dan bersifat aksi, tindakan, atau pelaksanaan suatu kegiatan.
Operasional
kreativitas adalah kemampuan yang mencerminkan kelancaran,
keluwesan (fleksibilitas), dan originalitas dalam berfikir, serta kemampuan
untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkayam memperinci) suatu gagasan”.
(Munandar 2009).
1. Teori Psikoanalisis
Pribadi kretif
dipandang sebagai seorang yang pernah mengalami traumatis, yang dihadapi dengan
memunculkan gagasan-gagasan yang disadari dan tidak disadari bercampur menjadi
pemecahan inovatif dari trauma.
Teori ini
terdiri dari:
a. Teori Sigmund Freud
Freud
menjelaskan proses kretif dari mekanisme pertahanan (defence mechanism). Freud
percaya bahwa meskipun kebanyakan mekanisme pertahanan menghambat tindakan
kreatif, mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab utama kreativitas
karena kebutuhan seksual tidak dapat dipenuhi, maka terjadi sublimasi dan
merupakan awal imajinasi.
b.Teori Ernest Kris
Ernest Kris
(1900-1957) menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi seiring
memunculkan tindakan kreatif.
Orang yang
kreatif menurut teori ini adalah mereka yang paling mampu “memanggil” bahan
dari alam pikiran tidak sadar.
Seorang yang
kreatif tidak mengalami hambatan untuk bisa “seperti anak” dalam pemikirannya. Mereka dapatmempertahankan“sikap bermain” mengenai masala-masalah serius
dalam kehidupannya. Dengan demikian mereka mampu malihat masalah-masalah dengan
cara yang segar dan inovatif, mereka melakukan regresi demi bertahannya ego
(Regression in The Survive of The Ego)
c.Teori Carl Jung
Carl Jung (1875-1967) percaya bahwa
alam ketidaksadaran (ketidaksadaran kolektif) memainkan peranan yang amat
penting dalam pemunculan kreativitas tingkat tinggi. Dari ketidaksadaran
kolektif ini timbil penemuan, teori, seni dan karya-karya baru lainnya.
2. Teori Humanistik
Teori Humanistik lebih menekankan
kreativitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis tingkat tinggi. Dan
kreativitas dapat berkembang selama hidup dan tidak terbatas pada usia lima
tahun pertama.
a.Teori Abraham Maslow
Ia menekankan bahwa manusia
mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan.
Kebutuhan-kebutuhan itu, diwujudkan Maslow sebagai hirarki kebutuhan manusia,
dari yang terendah hingga yang tertinggi
Kebutuhan kebutuhan tersebut adalah:
1. Kebutuhan fisiologis/ dasar
2. Kebutuhan akan rasa aman dan
tentram
3. Kebutuhan untuk dicintai dan
disayangi
4. Kebutuhan untuk dihargai
5. Kebutuhan untuk aktualisasi diri
b.Teori Carl Roger
Carl Rogers(1902-1987) menyatakan
terdapat 3 kondisi internal pribadi yang kreatif,yaitu:
a) Keterbukaan terhadap pengalaman
b) Kemampuan untuk menilai situasi sesuai patokan pribadi
seseorang(internal locus of evaluation)
c) Kemampuan untuk berksperimen,untuk “bermain”dengan
konsep-konsep
d) Apabila seseorang memiliki ketiga ciri ini maka kesehatan
psikologinya sangat kreatif,dan hidup secara kreatif apabila kondisi lingkungan
mendukung.ketiga ciri atau kondisi tersebut juga merupakan dorongan dari
dalam(internal press) untuk berkreasi (utami Munandar,1999)
3. Teori Cziksentmihalyi
a) Ciri pertama yang memudahkan tumbuhnya kreativitas adalah
predisposisi genetis (genetic predisposition).contoh seorang yang system
sensorinya peka terhadap warna lebih mudah jadi pelukis,peka terhadap nada
lebih muda menjadi pemusik.
b)
Minat pada usia dini pada ranah
tertentu. Minat menyebabkan seorang
terlibat secara mendalam terhadap ranah tertentu,sehingga mencapai kemahiran
dan keunggulan kreativitas.
c) Akses terhadap suatu bidang (access to a domain)
Adanya sarana dan prasarana serta adanya Pembina/mentor
dalam bidang yang diminati,sangat membantu pengembangan bakat.
d) Access to a field
Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman
sejawat dan tokoh-tokoh penting dalam bidang yang digeluti,memperoleh informasi
yang terakhir,mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan pakar-pakar dalam
bidang yang diminati,sangat penting untuk mendaptkan pengakuan dan penghargaan
dari orang-orang penting
e) Orang-orang kreatif ditandai adanya kemampuan mereka yang
luar biasa untuk menyesuaikan diri terhadap hampir setiap situasi dan untuk
melakukan apa yang perlu untuk mencapai tujuannya.(Utami Munandar,1999)
Sumber:
Basuki, Heru (2005). Kreativitas, Keterbakatan, Intelektual,
Dan Faktor-Faktor Pendukung Dalam Pengembangannya. Jakarta:Gunadarma
Empat orang ditemukan tewas dalam kebakaran di Jalan F Nomor 21, Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara. Empat korban tersebut merupakan satu keluarga.
Korban meninggal dunia adalah Ngong Chongliang, 55 tahun, Nge Mei How, 31 tahun, Herman Wijaya, 16 tahun, dan Bela Melinda, 13 tahun. Keseluruh korban ini diduga kuat tak dapat menyelamatkan diri saat api melalap toko yang dijuga merupakan rumah mereka. Kemungkinan saat terjadi kebakaran korban berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke lantai atas namun karena bangunan penuh dengan rolling door dan tralis. akhirnya mereka tidak bisa keluar dan mereka memutuskan terjun ke lantai bawah rumahnya.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 6 ruko di dekat Pasar Teluk Gong di Jalan F Nomor 21, Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, ludes dilalap si jago merah, Kamis (5/9/2013) dini hari sekira pukul 02:30 WIB. asal api diduga akibat korsleting listrik dari ruko milik Encang Lian, kemudian merembet ke lima toko lainnya.
Dari peristiwa tersebut dapat disimpulkan betapa pentingnya kita memproteksi diri kita dari bahaya kebakaran yang sewaktu - waktu kita atau orang dekat kita mengalaminya. Memproteksinya dengan penanaman dini tentang bahaya kebakaran, seperti kompor gas yang lupa dimatikan ataupun penggunaan colokan yang bercabang dan lain sebagainya. Sertakan pula Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pada rumah, kontrakan, ruko, ataupun rukan minimal 2 dengan standar rekomendasi dari pemadam agar terciptannya keamanan rumah. Simpan nomer pemadam terdekat untuk berjaga - jaga jika memang benar terjadi kebakaran.
Semoga dari kejadian tersebut kita dapat berintropeksi diri, dan menyadari bahwasanya kebakaran itu adalah resiko, bukan hanya yang kita eluhkan adalah sebagai musibah. Utamakan keselamatan jiwa dari pada keselamatan harta. TRALIS no. APAR yes.
Empat
orang ditemukan tewas dalam kebakaran di Jalan F Nomor 21, Teluk Gong,
Penjaringan, Jakarta Utara. Empat korban tersebut merupakan satu
keluarga.
Korban meninggal dunia adalah Ngong Chongliang, 55 tahun, Nge Mei
How, 31 tahun, Herman Wijaya, 16 tahun, dan Bela Melinda, 13 tahun.
Keseluruh korban ini diduga kuat tak dapat menyelamatkan diri saat api
melalap toko yang dijuga merupakan rumah mereka. Kemungkinan saat
terjadi kebakaran korban berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke
lantai atas namun karena bangunan terbuat dari kayu akhirnya bangunan
itu runtuh sehingga mereka terjatuh ke bawah.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 6 ruko di dekat Pasar Teluk Gong
di Jalan F Nomor 21, Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, ludes
dilalap si jago merah, Kamis (5/9/2013) dini hari sekira pukul 02:30
WIB. asal api diduga akibat korsleting listrik dari ruko milik Encang
Lian, kemudian merembet ke lima toko lainnya. Tidak ada korban jiwa
dalam peristiwa tersebut, kini ditangani Polsek Metro Penjaringan.
- See more at:
http://www.108jakarta.com/jakarta-news/2013/09/05/13312/Ini-Identitas-4-Orang-Tewas-dalam-Kebakaran-di-Teluk-Gong#sthash.vXK377aF.dpuf
Empat
orang ditemukan tewas dalam kebakaran di Jalan F Nomor 21, Teluk Gong,
Penjaringan, Jakarta Utara. Empat korban tersebut merupakan satu
keluarga.
Korban meninggal dunia adalah Ngong Chongliang, 55 tahun, Nge Mei
How, 31 tahun, Herman Wijaya, 16 tahun, dan Bela Melinda, 13 tahun.
Keseluruh korban ini diduga kuat tak dapat menyelamatkan diri saat api
melalap toko yang dijuga merupakan rumah mereka. Kemungkinan saat
terjadi kebakaran korban berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke
lantai atas namun karena bangunan terbuat dari kayu akhirnya bangunan
itu runtuh sehingga mereka terjatuh ke bawah.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 6 ruko di dekat Pasar Teluk Gong
di Jalan F Nomor 21, Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, ludes
dilalap si jago merah, Kamis (5/9/2013) dini hari sekira pukul 02:30
WIB. asal api diduga akibat korsleting listrik dari ruko milik Encang
Lian, kemudian merembet ke lima toko lainnya. Tidak ada korban jiwa
dalam peristiwa tersebut, kini ditangani Polsek Metro Penjaringan.
- See more at:
http://www.108jakarta.com/jakarta-news/2013/09/05/13312/Ini-Identitas-4-Orang-Tewas-dalam-Kebakaran-di-Teluk-Gong#sthash.vXK377aF.dpuf
Empat
orang ditemukan tewas dalam kebakaran di Jalan F Nomor 21, Teluk Gong,
Penjaringan, Jakarta Utara. Empat korban tersebut merupakan satu
keluarga.
Korban meninggal dunia adalah Ngong Chongliang, 55 tahun, Nge Mei
How, 31 tahun, Herman Wijaya, 16 tahun, dan Bela Melinda, 13 tahun.
Keseluruh korban ini diduga kuat tak dapat menyelamatkan diri saat api
melalap toko yang dijuga merupakan rumah mereka. Kemungkinan saat
terjadi kebakaran korban berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke
lantai atas namun karena bangunan terbuat dari kayu akhirnya bangunan
itu runtuh sehingga mereka terjatuh ke bawah.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 6 ruko di dekat Pasar Teluk Gong
di Jalan F Nomor 21, Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, ludes
dilalap si jago merah, Kamis (5/9/2013) dini hari sekira pukul 02:30
WIB. asal api diduga akibat korsleting listrik dari ruko milik Encang
Lian, kemudian merembet ke lima toko lainnya. Tidak ada korban jiwa
dalam peristiwa tersebut, kini ditangani Polsek Metro Penjaringan.
- See more at:
http://www.108jakarta.com/jakarta-news/2013/09/05/13312/Ini-Identitas-4-Orang-Tewas-dalam-Kebakaran-di-Teluk-Gong#sthash.vXK377aF.dpuf
Empat
orang ditemukan tewas dalam kebakaran di Jalan F Nomor 21, Teluk Gong,
Penjaringan, Jakarta Utara. Empat korban tersebut merupakan satu
keluarga.
Korban meninggal dunia adalah Ngong Chongliang, 55 tahun, Nge Mei
How, 31 tahun, Herman Wijaya, 16 tahun, dan Bela Melinda, 13 tahun.
Keseluruh korban ini diduga kuat tak dapat menyelamatkan diri saat api
melalap toko yang dijuga merupakan rumah mereka. Kemungkinan saat
terjadi kebakaran korban berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke
lantai atas namun karena bangunan terbuat dari kayu akhirnya bangunan
itu runtuh sehingga mereka terjatuh ke bawah.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 6 ruko di dekat Pasar Teluk Gong
di Jalan F Nomor 21, Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, ludes
dilalap si jago merah, Kamis (5/9/2013) dini hari sekira pukul 02:30
WIB. asal api diduga akibat korsleting listrik dari ruko milik Encang
Lian, kemudian merembet ke lima toko lainnya. Tidak ada korban jiwa
dalam peristiwa tersebut, kini ditangani Polsek Metro Penjaringan.
- See more at:
http://www.108jakarta.com/jakarta-news/2013/09/05/13312/Ini-Identitas-4-Orang-Tewas-dalam-Kebakaran-di-Teluk-Gong#sthash.vXK377aF.dpuf
Empat
orang ditemukan tewas dalam kebakaran di Jalan F Nomor 21, Teluk Gong,
Penjaringan, Jakarta Utara. Empat korban tersebut merupakan satu
keluarga.
Korban meninggal dunia adalah Ngong Chongliang, 55 tahun, Nge Mei
How, 31 tahun, Herman Wijaya, 16 tahun, dan Bela Melinda, 13 tahun.
Keseluruh korban ini diduga kuat tak dapat menyelamatkan diri saat api
melalap toko yang dijuga merupakan rumah mereka. Kemungkinan saat
terjadi kebakaran korban berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke
lantai atas namun karena bangunan terbuat dari kayu akhirnya bangunan
itu runtuh sehingga mereka terjatuh ke bawah.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 6 ruko di dekat Pasar Teluk Gong
di Jalan F Nomor 21, Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, ludes
dilalap si jago merah, Kamis (5/9/2013) dini hari sekira pukul 02:30
WIB. asal api diduga akibat korsleting listrik dari ruko milik Encang
Lian, kemudian merembet ke lima toko lainnya. Tidak ada korban jiwa
dalam peristiwa tersebut, kini ditangani Polsek Metro Penjaringan.
- See more at:
http://www.108jakarta.com/jakarta-news/2013/09/05/13312/Ini-Identitas-4-Orang-Tewas-dalam-Kebakaran-di-Teluk-Gong#sthash.vXK377aF.dpuf
Empat
orang ditemukan tewas dalam kebakaran di Jalan F Nomor 21, Teluk Gong,
Penjaringan, Jakarta Utara. Empat korban tersebut merupakan satu
keluarga.
Korban meninggal dunia adalah Ngong Chongliang, 55 tahun, Nge Mei
How, 31 tahun, Herman Wijaya, 16 tahun, dan Bela Melinda, 13 tahun.
Keseluruh korban ini diduga kuat tak dapat menyelamatkan diri saat api
melalap toko yang dijuga merupakan rumah mereka. Kemungkinan saat
terjadi kebakaran korban berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke
lantai atas namun karena bangunan terbuat dari kayu akhirnya bangunan
itu runtuh sehingga mereka terjatuh ke bawah.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 6 ruko di dekat Pasar Teluk Gong
di Jalan F Nomor 21, Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, ludes
dilalap si jago merah, Kamis (5/9/2013) dini hari sekira pukul 02:30
WIB. asal api diduga akibat korsleting listrik dari ruko milik Encang
Lian, kemudian merembet ke lima toko lainnya. Tidak ada korban jiwa
dalam peristiwa tersebut, kini ditangani Polsek Metro Penjaringan.
- See more at:
http://www.108jakarta.com/jakarta-news/2013/09/05/13312/Ini-Identitas-4-Orang-Tewas-dalam-Kebakaran-di-Teluk-Gong#sthash.vXK377aF.dpuf
Empat
orang ditemukan tewas dalam kebakaran di Jalan F Nomor 21, Teluk Gong,
Penjaringan, Jakarta Utara. Empat korban tersebut merupakan satu
keluarga.
Korban meninggal dunia adalah Ngong Chongliang, 55 tahun, Nge Mei
How, 31 tahun, Herman Wijaya, 16 tahun, dan Bela Melinda, 13 tahun.
Keseluruh korban ini diduga kuat tak dapat menyelamatkan diri saat api
melalap toko yang dijuga merupakan rumah mereka. Kemungkinan saat
terjadi kebakaran korban berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke
lantai atas namun karena bangunan terbuat dari kayu akhirnya bangunan
itu runtuh sehingga mereka terjatuh ke bawah.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 6 ruko di dekat Pasar Teluk Gong
di Jalan F Nomor 21, Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, ludes
dilalap si jago merah, Kamis (5/9/2013) dini hari sekira pukul 02:30
WIB. asal api diduga akibat korsleting listrik dari ruko milik Encang
Lian, kemudian merembet ke lima toko lainnya. Tidak ada korban jiwa
dalam peristiwa tersebut, kini ditangani Polsek Metro Penjaringan.
- See more at:
http://www.108jakarta.com/jakarta-news/2013/09/05/13312/Ini-Identitas-4-Orang-Tewas-dalam-Kebakaran-di-Teluk-Gong#sthash.vXK377aF.dpuf
Empat
orang ditemukan tewas dalam kebakaran di Jalan F Nomor 21, Teluk Gong,
Penjaringan, Jakarta Utara. Empat korban tersebut merupakan satu
keluarga.
Korban meninggal dunia adalah Ngong Chongliang, 55 tahun, Nge Mei
How, 31 tahun, Herman Wijaya, 16 tahun, dan Bela Melinda, 13 tahun.
Keseluruh korban ini diduga kuat tak dapat menyelamatkan diri saat api
melalap toko yang dijuga merupakan rumah mereka. Kemungkinan saat
terjadi kebakaran korban berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke
lantai atas namun karena bangunan terbuat dari kayu akhirnya bangunan
itu runtuh sehingga mereka terjatuh ke bawah.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 6 ruko di dekat Pasar Teluk Gong
di Jalan F Nomor 21, Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, ludes
dilalap si jago merah, Kamis (5/9/2013) dini hari sekira pukul 02:30
WIB. asal api diduga akibat korsleting listrik dari ruko milik Encang
Lian, kemudian merembet ke lima toko lainnya. Tidak ada korban jiwa
dalam peristiwa tersebut, kini ditangani Polsek Metro Penjaringan.
- See more at:
http://www.108jakarta.com/jakarta-news/2013/09/05/13312/Ini-Identitas-4-Orang-Tewas-dalam-Kebakaran-di-Teluk-Gong#sthash.vXK377aF.dpuf
Empat
orang ditemukan tewas dalam kebakaran di Jalan F Nomor 21, Teluk Gong,
Penjaringan, Jakarta Utara. Empat korban tersebut merupakan satu
keluarga.
Korban meninggal dunia adalah Ngong Chongliang, 55 tahun, Nge Mei
How, 31 tahun, Herman Wijaya, 16 tahun, dan Bela Melinda, 13 tahun.
Keseluruh korban ini diduga kuat tak dapat menyelamatkan diri saat api
melalap toko yang dijuga merupakan rumah mereka. Kemungkinan saat
terjadi kebakaran korban berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke
lantai atas namun karena bangunan terbuat dari kayu akhirnya bangunan
itu runtuh sehingga mereka terjatuh ke bawah.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 6 ruko di dekat Pasar Teluk Gong
di Jalan F Nomor 21, Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, ludes
dilalap si jago merah, Kamis (5/9/2013) dini hari sekira pukul 02:30
WIB. asal api diduga akibat korsleting listrik dari ruko milik Encang
Lian, kemudian merembet ke lima toko lainnya. Tidak ada korban jiwa
dalam peristiwa tersebut, kini ditangani Polsek Metro Penjaringan.
- See more at:
http://www.108jakarta.com/jakarta-news/2013/09/05/13312/Ini-Identitas-4-Orang-Tewas-dalam-Kebakaran-di-Teluk-Gong#sthash.vXK377aF.dpuf
Empat
orang ditemukan tewas dalam kebakaran di Jalan F Nomor 21, Teluk Gong,
Penjaringan, Jakarta Utara. Empat korban tersebut merupakan satu
keluarga.
Korban meninggal dunia adalah Ngong Chongliang, 55 tahun, Nge Mei
How, 31 tahun, Herman Wijaya, 16 tahun, dan Bela Melinda, 13 tahun.
Keseluruh korban ini diduga kuat tak dapat menyelamatkan diri saat api
melalap toko yang dijuga merupakan rumah mereka. Kemungkinan saat
terjadi kebakaran korban berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke
lantai atas namun karena bangunan terbuat dari kayu akhirnya bangunan
itu runtuh sehingga mereka terjatuh ke bawah.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 6 ruko di dekat Pasar Teluk Gong
di Jalan F Nomor 21, Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, ludes
dilalap si jago merah, Kamis (5/9/2013) dini hari sekira pukul 02:30
WIB. asal api diduga akibat korsleting listrik dari ruko milik Encang
Lian, kemudian merembet ke lima toko lainnya. Tidak ada korban jiwa
dalam peristiwa tersebut, kini ditangani Polsek Metro Penjaringan.
- See more at:
http://www.108jakarta.com/jakarta-news/2013/09/05/13312/Ini-Identitas-4-Orang-Tewas-dalam-Kebakaran-di-Teluk-Gong#sthash.vXK377aF.dpuf
You must Call : 0813 8238 5513
Silahkan putar videonya
Empat
orang ditemukan tewas dalam kebakaran di Jalan F Nomor 21, Teluk Gong,
Penjaringan, Jakarta Utara. Empat korban tersebut merupakan satu
keluarga.
Korban meninggal dunia adalah Ngong Chongliang, 55 tahun, Nge Mei
How, 31 tahun, Herman Wijaya, 16 tahun, dan Bela Melinda, 13 tahun.
Keseluruh korban ini diduga kuat tak dapat menyelamatkan diri saat api
melalap toko yang dijuga merupakan rumah mereka. Kemungkinan saat
terjadi kebakaran korban berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke
lantai atas namun karena bangunan terbuat dari kayu akhirnya bangunan
itu runtuh sehingga mereka terjatuh ke bawah.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 6 ruko di dekat Pasar Teluk Gong
di Jalan F Nomor 21, Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, ludes
dilalap si jago merah, Kamis (5/9/2013) dini hari sekira pukul 02:30
WIB. asal api diduga akibat korsleting listrik dari ruko milik Encang
Lian, kemudian merembet ke lima toko lainnya. Tidak ada korban jiwa
dalam peristiwa tersebut, kini ditangani Polsek Metro Penjaringan.
- See more at:
http://www.108jakarta.com/jakarta-news/2013/09/05/13312/Ini-Identitas-4-Orang-Tewas-dalam-Kebakaran-di-Teluk-Gong#sthash.vXK377aF.dpuf